Menara Jam Mekkah Jadi Pusat Penelitian Astronomi

Menara Jam Mekkah (Mekkah Royal Clock Tower) yang berada di depan Masjidil Haram dan memiliki ketinggian 607 meter, tidak hanya sebagai representasi waktu yang akurat. Tetapi, juga pusat penelitian astronomi yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk kepentingan umat manusia.

Menara ini terdiri dari berbagai fasilitas, kata Dr Yaseen Al Mleaky, Direktur Museum Menara Jam Mekkah, yang mengundang sekelompok jurnalis asal Malaysia, sebagaimana dikutip Kantor Berita BERNAMA.

Salah satu fasilitas di menara yang memiliki empat wajah hijau di setiap sisi adalah Museum Menara Jam di empat lantai menara untuk menyediakan pengunjung dengan penjelasan tentang alam semesta dan konstruksi jam itu sendiri.

Ada juga balkon dengan pemandangan 360 derajat tepat di bawah permukaan jam. Pengunjung dapat melihat Masjid Suci dengan Ka’bah di tengah Kota Mekkah, merasa seperti burung bebas terbang tinggi di langit!

“Ada lantai kristal di tujuh lantai yang menjadi tempat pameran, perpustakaan, dan fasilitas penelitian. Kami memiliki tiga lantai dengan bulan sabit di atasnya di mana pengunjung dapat tinggal dan berdoa di sana,” kata Dr Yaseen dikutip BERNAMA.

Dr Yaseen mengatakan tujuan utama dari menara tertinggi di dunia adalah untuk memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia, Muslim dan non-Muslim, untuk berkontribusi pada jadwal dan jadwal kalender untuk kepentingan orang-orang di seluruh dunia.

“Itu adalah pusat yang sangat tepat. Ini menawarkan waktu sholat dan ukuran arah dari seluruh dunia. Pengunjung juga datang ke sini untuk melihat peran pemerintah dalam proyek ini yang diprakarsai oleh Raja Abdulaziz hampir seabad yang lalu, ”katanya kepada wartawan.

Dr Yaseen mengatakan menara jam telah menerima 40.000 tamu sejak pembukaan Ramadhan lalu dan menargetkan tiga juta pengunjung setiap tahun setelah pembukaan resminya pada akhir musim haji.

“Kami bermitra dengan tim pemasaran yang sangat profesional untuk mendapatkan peziarah dan orang lain dari seluruh dunia untuk mengetahui tentang menara ini dan mengunjungi kami. Sekitar 10.000 hingga 40.000 pengunjung sejauh ini berasal dari Malaysia dan Indonesia. Kami sangat senang melihat kerabat kami, terutama dari Malaysia, datang ke sini,” katanya.

Dr Yaseen mengatakan pusat penelitian di menara telah melakukan banyak kolaborasi terutama di bidang astronomi, dengan beberapa pusat penelitian terkemuka di dunia.

“Baru-baru ini, kami berpartisipasi dalam penemuan bintang merah kecil dengan tujuh planet yang atmosfernya mengandung oksigen, nitrogen, dan air. Penemuan baru-baru ini menarik bagi kita untuk bergerak maju sebagai pusat kebaikan semua orang di dunia,” ungkapnya.

Menara yang berdiri di kompleks Abrajj Al-bait ini konon memegang rekor jam terbesar dan tertinggi kedua di dunia, kental dengan nuansa islami dengan terdapatnya tulisan “Allah Maha Besar” di sisi atas dan Al-Qur’an di sisi timur dan barat.

Para pengunjung mendapatkan penjelasan terperinci dengan menghubungkan ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan alam semesta, termasuk sihir, matahari dan bulan.

Gedung milik Kementrian Agama Islam ini merupakan proyek Raja Abdul Azis yang menjulang 1972 kaki ini, menghabiskan waktu 10 tahun dalam pembangunannya.

Dipuncak menara terdapat sebuah mozaik bulan sabit emas seberat 35 kg, menambah menarik Makkah Royal Clock Tower.

Wabil khusus, pemandangan malam hari dengan bantuan sorotan lampu LED menambah keindahan dan kecantikan menara ini.

sumber https://suarapalu.com/menara-jam-mekkah-jadi-pusat-penelitian-astronomi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *