Hafal Al-Qur’an, Warga Binaan di Sumsel Direkomendasikan Bebas Bersyarat

Dalam rangka memberikan sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi ke tiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel, Dr H Sudirman D Hury SH MM MSc beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kelas II A Tanjung Raja, Selasa (6/8/2019).

Kedatangan Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel tersebut juga didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Giri Purbadi yang disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Budi Sarjono. 

Selama lebih kurang dua jam, Sudirman memberikan penguatan kepada seluruh jajaran lapas mengenai integritas dan kedisiplinan agar melakukan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan berlaku.

Mengawali kunjungannya, Sudirman melakukan pemeriksaan ruang kerja pegawai, mengecek kelengkapan sarana dan prasarana, hingga ke yang terpenting adalah kebersihan lingkungan kerja. 

“Karena lingkungan kerja yang bersih adalah faktor utama yang menentukan mood kerja kita. Jika lingkungannya bersih maka kita akan bekerja dengan semangat, tapi jika sebaliknya, maka akan berefek negatif pada kinerja dan sudah dipastikan tidak produktif dalam bekerja,” kata Sudirman.

Kakanwil tersebut juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke setiap kamar lapas dan mengecek dapur pemasyarakatan. Pada kesempatan itu, Sudirman pun sempat berdialog dengan beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengenai masalah kenyamanan dan keamanan di Lapas Kelas IIA Tanjung Raja.

Tak berapa lama kemudian, Sudirman berjalan mengunjungi Blok WBP perempuan, mendapati para warga binaan perempuan itu sedang berkumpul di gazebo sembari mendengarkan Tausiyah Agama. Ia pun ikut memberikan beberapa pencerahan kepada mereka.

“Dalam mendidik dan membina WBP, Kanwil Kemenkumham Sumsel memiliki program utama yang juga program unggulan, yaitu ‘Masuk Napi, Keluar Santri’. Maka kami wajibkan para WBP untuk mengikuti kegiatan ‘One Day One Juz (ODOJ)’, yaitu satu hari mengaji minimal Satu Juz Al-Quran. Ini merupakan salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai agama sehingga WBP bisa mengamalkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sudirman.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel ini berjanji akan merekomendasikan usulan Pembebasan Bersyarat kepada setiap warga binaan yang berhasil mengkhatamkan Al-Quran dalam kurun waktu tertentu.

“Misal ODOJ tadi sudah dilakukan, maka dalam waktu satu bulan bisa khatam. Itu akan menjadi bahan pertimbangan dan poin plus kalian (WBP) dalam mendapatkan pembebasan bersyarat,” terang dia.

Menurutnya, pihaknya juga akan lebih memberikan nilai lebih lagi bagi setiap warga binaan, apabila mampu menghafalkan Al-Qur’an. 

“Yang khatam saja dijanjikan mendapat pembebasan bersyarat, apalagi bagi warga binaanyang hafal Al-Qur’an, atau Hafidz/Hafidzah. Tentu akan lebih diusulkan. Caranya bagaimana?, Perbanyaklah ibadah. Jika ibadah sudah digiatkan, sudah pasti kita akan mudah untuk membaca Al-Qur’an,” katanya.

“Bisa dimulai dari menambah amalan sunah berupa sholat dhuha setiap pagi. Sesuai dengan Hadist Riwayat At-Tarmizi dan Ibnu Majah yang artinya, siapa yang membiasakan (menjaga) shalat Dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,” pesan Sudirman. 

sumber https://kompassriwijaya.com/2019/08/07/hafal-al-quran-warga-binaan-di-sumsel-direkomendasikan-bebas-bersyarat/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *